
OKSIBIL (SN.COM)— Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2025.
Rakerkesda yang berlangsung selama dua hari di Gedung Serbaguna Gereja Baptis, Distrik Kalomdol ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Pegubin, Nicolaus Uropmabin, S.IP,M.Si mewakili bupati pada Rabu, 30 Juli 2025.

Usai membuka kegiatan Asisten I Kabupaten Pegubin Nikolaus Uropmabin mengatakan,tujuan Rakerkesda ialah agar program kesehatan yang dijalankan selama ini bisa dievaluasi dan ditingkatkan. Selain itu, semua program kesehatan yang ada juga harus dirasionalkan dan dikolaborasikan dengan visi sehat yang dicanangkan dijilid ke 2 Bupati Spei Yan Bidana dan Wakil Bupati Arnol Nam.

“ kesempatan rakerkesda ini saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan karena dengfan kegiatan ini akan mengevaluasi secara menyeluruh program pelayanan kesehatan selama satu tahun pencapaian,juga dapat mengoreksi,dan berdiskusi Bersama kepala-kepala Puskesmas agar program pelayanan dasar dapat berjalansecara efektif ”. ujarnya

Menurut Nikolaus dengan sorotan thema yang dipaparkan tentunya dinas kesehatan menghadirkan Narasumber-Narasumber yang bekompeten dari berbagai lintas sektor agar dapat bekolaborasi dan berperan aktif agar bersama engoptimalkan sumberdaya berbasis teknologi untuk meningkatkan pelayanan klesehatan yang berkelanjutan di wilayah itu.

“dengan berbagai narasumber yang dihadirkan tentunya akan turut berpartisipasi memberikan pencerahan agar berkolaborasi mengoptimalisasikan sumberdaya berbasis teknologi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di kabupaten pegunungan Bintang
Ia berharap admin puskesmas yang mengikuti raker itu agar dapat mengikuti matei yang disampaikan secara seksama agar mendorong peningkatan pengaplikasian junga mendorong pengiputana sejumlah dokumen puskesmas secara sepat dan akuntabel.

“saya lebih menekankan kepada akun puskesmas yang ikuti kegaitan agar mampu menguasai teknologi khusunya aplikasi perekapan dokumen yang disediakan kemenkes maupun dinas Kesehatan agar pengimputan laporan pelayanan Kesehatan dapat dilaporkan secara cepat” Kata Asisten I
Sementara itu,Sekretaris Dinas Kesehatan Pegubin Lukas Pegi Masero mengatakan pihkanya telah menghadirkan berbagai narasumber dilingkungan sektoral untuk memberikan pencerahan dan memberikan petunjuk pengawasan dan jaminan Kesehatan

“kami juga di Rakerkes ini mebngundang beberapa narasumber diantarannya dari Dinas Dukcapil ,Kepala BPJS Kabupaten,Inspektorat ,Dinas BP3KB,dan dinas DPMPK serta Bappeda Kabupaten Pegunungan Bintang” ujarnya
Lanjut Lukas di Rakerkesda tahun 2025 pihaknya lebih berfokus pada evaluasi puskesmas guna mengoptimasisai sumberdaya dan teknologi sebab menurutnya semua pelayanan Kesehatan kini berbasis aplikasi

“Raker kali ini kami akan mengevalusi program pelayanan di puskesmas yang berpengaru pada penginputan laporan berbasis aplikasi sehingga kami akan evaluasi untuk mengoptimalkan Kembali sumberdaya yang tersedia di puskesmas untuk mampu memahami peninputan laporan,apsensi berbasis aplikasi” kata Lukas.

Dalam Rakernesda itu para sumber dari Dinas Kesehatan telah bergantian mempaparkan hasil pencapaian program kerja tahunan 2024 dan menyampaikan rencana penyusunan program kerja Dinas Kesehatan untuk mendorong optimaslisasi sumberdaya dan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan demi terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati tentang Pegunungan Bintang Sehat,Cerdas Mandiri Ekonomi berbasis Budaya dan tata ruang.

Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Pegunungan Bintang kali ini menyoroti thema “Optimalisasi Sumberdaya dan Teknologi untuk Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan Di Kabupaten Pegunungan Bintang”.
Di waktu yang sama ketua panitia kegiatan Rakerkesda Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2025,Linus Sampe Salu mengatakan dari jumlah 35 Puskesmas di Wilayah itu terdapat 28 Kepala Puskesmas yang hadir dari 35 puskesmas 7 Kepala Puskesmas lainya apsen dikarenakan sedang menjalankan tugas rutin.

“ dari 35 Puskesmas Di Pegunungan Bintang yang hadir 28 dan yang tidak hadir 7 bukan karena alas an lainya tetapi mereka semua ada di tempat tugas tetapi yang tidak hadirpun sudah memberikan catatan pelayanan Kesehatan untuk di evaluasi dalam kegiatan rakerkes ini” kata ketua panitia (*RB*













