
OKSIBIL (SN.COM) – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan Lukas Pegi Masero resmi menutup Kegiatan Rakerkesda tahun 2025 dan meminta mengajak 35 Puskesmas di kabupaten pegunungan Bintang target mengoptimalisasikan Sumberdaya berbasis teknologi.
Menurutnya Optimalisasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi penting untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan jangkauan layanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. juga ia menambahkan Teknologi memungkinkan pasien dan tenaga medis untuk mengakses informasi kesehatan dengan mudah dan cepat, termasuk informasi mengenai penyakit, pengobatan, dan fasilitas kesehatan.

“ kami bekerja keras tetapi belum optimal sehingga di Rakerkes kali ini kami akan mengevaaluasis secara menyeluruh agar kedepan pelayanan kesehatan berjalan efektif,efisien agar bersama-sama kita bersinergi mewujudkan visi dan Misi Sehat yang di canangkan Bupati Spei dan Wakil Arnol Nam” ujar Lukas
Selain Optimasisai Ia meminta dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) harus sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“ Dana BOK ini bertujuan untuk mendukung operasional kegiatan promotif dan preventif di Puskesmas, serta meringankan beban masyarakat dalam pembiayaan kesehatan bukan dana milik kepala puskesmas”.kata Sekretaris

Kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) yang berlangsung selama dua hari pada 30-31 Juli 2025 itu Dinkes Peguin telah mengevaluasi secara menyeluruh program pelayanan kesehatan tahun 2024 oleh masing-masing Bidang agar bersama-sama mendorong peningkatan pelayanan di puskesmas serta mengoptimalkan sumberdaya berbasis teknologi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Akhir kegiatan itu, Dinkes Pegubin telah membagikan hadiah kepada Puskesmas yang aktif meginput data dan beberapa kategori penilaian lainya (*RB*)













