Example 750x300

DPRK Pegubin Jalur Otsus Tinjau Pembangunan Jembatan Digoel II

14
×

DPRK Pegubin Jalur Otsus Tinjau Pembangunan Jembatan Digoel II

Share this article
DPRK Otsus Tinjau

PEGUBIN (SN.COM) — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pegunungan Bintang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung pembangunan infrastruktur Jembatan Digoel II. Strategi proyek ini dikerjakan di bawah kepemimpinan Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST, M.Si., dan Wakil Bupati Arnol Nam, SAP

Jembatan sepanjang 60 meter tersebut mulai dibangun sejak awal Mei 2026 oleh kontraktor pelaksana PT. Empat Mutiara Perkasa KSO. Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan jembatan yang menghubungkan empat distrik ini telah memasuki tahap awal dengan progres mencapai 20 persen.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua III DPRK Pegunungan Bintang, Koswin Uropmabin, guna memastikan pengawasan proyek yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 tersebut berjalan optimal.

Di lokasi proyek, Anggota DPRK Jalur Otsus, Melius Uopdana, menyampaikan penghargaannya kepada Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang atas komitmen nyata dalam membangun akses transportasi bagi masyarakat di wilayah timur.

Jembatan Digoel II akan menjadi urat nadi penghubung bagi empat distrik, yaitu Distrik Pepera, Oksamol, Oklip, dan Okyop.

“Hari ini kami dari DPRK Jalur Otsus turun langsung meninjau pembangunan Jembatan Digoel II yang dikerjakan menggunakan Dana Otsus. Pengerjaannya sudah berjalan sesuai target waktu yang ditentukan,” ujar Melius.

Melius juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di lingkungan sekitar proyek hingga pembangunan selesai.

“Kami meminta seluruh masyarakat menjaga keamanan bersama agar pembangunan jembatan ini berjalan lancar. Ini merupakan akses yang sangat penting dan mendesak bagi masyarakat di empat distrik wilayah timur,” tegasnya.

Target Rampung September 2026

Sementara itu, perwakilan dari pihak pelaksana, Mandor PT. Empat Mutiara Perkasa KSO, optimis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu. Pihaknya menargetkan pembangunan rampung total dalam waktu lima bulan.

“Kami sudah mulai bekerja sejak awal Mei dan menargetkan proyek ini selesai pada bulan September 2026, selama tidak ada berarti kendala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini proses pengerjaan berjalan tanpa gangguan keamanan berkat dukungan penuh dari warga setempat. Satu-satunya tantangan yang dihadapi di lapangan adalah faktor cuaca yang terkadang menghambat logistik penerbangan.

Dukungan Tokoh Masyarakat

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Wilayah Timur, Piter Tapyor, S.Pd. Ia menegaskan komitmen warga empat distrik untuk mengawal pengerjaan jembatan tersebut hingga tuntas.

“Soal keamanan sudah menjadi komitmen kami masyarakat wilayah timur, khususnya warga Distrik Pepera, Oksamol, Oklip, dan Okyop. Kami akan terus menjaga area ini sampai pembangunan jembatan benar-benar selesai,” pungkas Piter.Redaksi (rb**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *