
OKSIBIL (SN.COM)— Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kabupaten Pegunungan Bintang telah sukses menggelar Konferensi Masa Bakti XXIII Tahun 2024 – 2029.
Dalam konferensi yang berlangsung di Aula Soskat Mabilabol, Selasa, (28/4/2026), Dominikus Tarong,S.Pd.M.Pd, terpilih menjadi Ketua PGRI Kabupaten Pegunungan Bintang Masa bakti 2024-2029.
Konferensi itu dihadiri langsung oleh sejumlah kepala sekolah dari TK hingga tingkat SMA Se-Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jajaran Pengurus Terpilih dilantik oleh Ketua PGRI Provinsi papua Dr. Elia Waromy,S.Pd.M.Pd dan disaksikan langsung pemerintah daerah setempat.
Dalam sambutannya, Dr. Elia Waromy menyampaikan penghargaan mendalam kepada para pengurus yang telah bersedia mengabdikan diri dalam organisasi profesi guru tersebut.
Elia menekankan, kepengurusan yang solid dan berkualitas sangat krusial untuk memperkuat pelayanan dan memperjuangkan guru kepentingan di Kabupaten Pegunungan Bintang
“PGRI Provinsi tidak akan membiarkan kepengurusan kabupaten bekerja sendiri, melainkan terus memberikan pendampingan jika menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pegunungan Bintang terpilih, Dominikus Tarong S.Pd.M.Pd, mengatakan dirinya akan pensiun sebagai ASN pada bulan depan tetapi kepercayaan para guru kembali memihaknya sebagai ketua dalam organisasi profesi dewan guru itu untuk memimpin 5 (lima) Tahun mendatang. Ia mengaku akan terus mendorong peningkatan kualitas guru dengan bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat serta menyukseskan program PGRI yang telah dievaluasi bersama.
“sebagai ketua terpilih tadi saya pikir setelah pensiun dari ASN saya santai-santai saja tetapi hari ini dalam konferensi telah memilih saya untuk menjadi ketua Persekutuan Guru Indonesia di Kabupaten Pegunungan Bintang,saya berharap mari kita kerjasama bersama PGRI dan Pemerintah khusunya dinas Pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan sesuai tema kita “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat,” . ujar Dominikus

Dominikus juga mengajak seluruh pengurus baru untuk segera memperbaiki kekurangan yang ditemukan dalam evaluasi sebelumnya dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan.
”Kita harus bekerja sama untuk meningkatkan mutu pendidik di Kabupaten Pegunungan Bintang melalui pendidikan dan pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan,” tambahnya. (Demi H)













