
OKHIKA (SN.COM)—- Puluhan siswa Ssekolah Dasar (SD) Inpres Dopdon Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan terpaksa harus belajar di bawa tenda karena tidak memiliki gedung sekolah.
Meski tak punya gedung,kursi dan meja serta papan tulis untuk belajar,sepotong kayu buah disampingnya menjadi papan penopang untuk menulis pelajaran yang di berikan guru kepada siswa.

Menurut keterangan salah guru tertua Musa Tapo kepada media ini melalui wia Whatsapnya pada tanggal 14/03/2025 melaporkan kondisi sekolahnya yang diabaikan selama ini.
Ia menjelaskan pihaknya kehilangan gedung sekolah sejak tahun 2021 hingga sekarang belum mempunyai tempat belajar sehingga ratusan siswaa binaannya kehilangan masa depan dan tak mendapatkan proses pendidikan seperti teman-teman lainnya.
“gedung sekolah kami dibakar dari tahun 2021 dan hingga saat ini kami tidak punya gedung belajar dengan begitu ada banyak siswa kami yang putus asa dan hilang harapan juga masa depan mereka”.

lanjut Musa yang juga sebagai guru tertua di sekolah itu mengaku dirinya tak tahu kapan pemerintah akan menyediakan fasiitasnya namun dirinya bersama kepala sekolah berusaha membangun sekolah beratap tenda serta mengumpulkan kembali siswa binaannya dan proses belajar mengajar tetap berjalan walau di bawah tenda dinding berlapis kayu buah.
“walaupun tidak punya gedung yang bagus kami tidak pernah menunggu gedung karena umur anak kami akan terus bertambah sehingga akan ketinggalan pelajaran juga tidak bisa dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akhirnya kami memutuskan untuk bangun sekolah dengan alang-alang lapis tenda dan kayu buah” ujarnya

Sementara itu, salah satu Ibu guru kontrak Yunina Bidana menjelaskan setelah dirinya ditugaskan sebagai guru kontrak dari pemerintah provinsi papua pegunungan dan ia langsung turun dan mengajar selama satu bulan lebih namun ia mengaku kondisi siswa yang di alami di sekolah ini sangat disayangkan dan butuh perhatian serius oleh pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan.
“saya salah satu guru kontrak dari pemerintah provinsi papua pegunungan melihat kondisi siswa dan sekolah ini saya terharu dan setiap hari anak-anak berbaris di halaman tenda saya tak henti-henti mengeluarkan air mata karena semua siswa semangat untuk belajar tetapi kasihan sekali karena tidak mempunyai gedung yang layak” ujar Yunina

Ia berharap agar dinas pendidikan serius memperhatikan dan membangun gedung sekolah karena menurutnya bukan hanya sekolah ini kebanyakan Sekolah Dasar dan Menengah butuh perhatian dari pemeritah daerah
” saya berharap dinas pendidikan bisa serius bangun gedunnya karena kasihan sekali dan bukan hanya sekolah ini tetapi sekolah lain juga mengalami hal yang sama” kata Yunina
Setelah itu, Di waktu terpisah Kepala Sekolah SD Inpres Dopdon Aniel Kalakmabin mengatakan dirinya disudah berusah untuk mendapatkan gedung namun hingga saat ini belum mendapatkan respon positif dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan.

“Setelah kami kehilanhan gedung sebagai kepala sekolah saya sudah berupaya dengan berbagai cara namun hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah daerah atau dinas terkait yakni Dinas pendidikan”
Lanjut Aniel ia berharap setelah dimediasi ada respon positif yang terima dari pihak terkait agar Pembangunan Gedung atau fasilitas pendukung lainya untuk sekolahnya bisa terbangun
“Setelah ini saya berharap ada uluran tangan pemerintah dan menbangun gedung yang layak untuk anak-anak kami bisa belajar lebih baik dari kondisi buruk yang kami alami hari ini.

Setelah konfirmasi pihak sekolah Sekolah Sekolah Dasar Inpres Dopdon adalah Sekolah Dasar tertua diwilayah Distrik Okhika yang saat ini memiliki 4 Guru honor dan 2 (dua) guru tetap atau guru bernip dan memiliki siswa berjumlah 100 lebih siswa
SD ini terletak di Kampung Okteneng Distrik Okhika Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan. Redaksi ** rb**









