
OKSIBIL (SN.COM) — Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Lukas Pegi Materi, ST, M.Si, secara resmi menutup Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2026.

Dalam sambutan penutupnya, Lukas Pegi Masero menekankan pentingnya mendorong peningkatan pelayanan kesehatan berkualitas di seluruh sektor pelayanan, terutama di 35 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui Rakerkesda ini, kita telah bersama-sama meninjau, mengevaluasi, dan mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, baik di tingkat Dinas Kesehatan maupun di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum. Oleh karena itu, mari kita kembali bekerja keras untuk mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat penerapan layanan kesehatan berbasis aplikasi. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, informasi, serta pengelolaan kesehatan secara digital, tanpa harus selalu hadir secara langsung ke fasilitas kesehatan.

“Saya berharap kita terus bersinergi dan berkolaborasi antara Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas. Transformasi program prioritas kesehatan nasional dan daerah berbasis aplikasi tidak hanya mempermudah pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mempermudah proses pencatatan, pelaporan, serta pengarsipan data di seluruh sektor kesehatan menggunakan aplikasi kesehatan yang tersedia,” tambahnya.

Lukas juga menegaskan kepada para kepala Puskesmas agar tetap berada di tempat tugas dan menjalankan tugas dengan baik, sehingga mampu kembali memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Saya minta Bapak/Ibu kepala Puskesmas agar tetap bertahan di tempat tugas untuk mengontrol pelayanan di Puskesmas. Tidak boleh meninggalkan tempat tugas tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Sebanyak 100 peserta diharapkan mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari perwakilan 35 Puskesmas dan 1 RSUD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun, ketua panitia, Pius Bawi, S.Ag., S.Sos., menjelaskan bahwa hanya 16 dari 35 kepala Puskesmas yang hadir, sementara sisanya tidak dapat hadir terkendala akses penerbangan ke Oksibil.

“Kegiatan Rakerkesda adalah kegiatan rutin Dinas yang digelar setiap tahun. Kali ini pun kami lakukan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi sejumlah persoalan yang dialami Dinas maupun Puskesmas. Sebagian besar kepala Puskesmas tidak hadir karena kendala penerbangan dan lokasi yang sulit dijangkau,” ucapnya kepada media ini.
Rakerkesda 2026 berlangsung selam
a dua hari di Aula Baptis Oksibil, dengan mengangkat tema utama “Akselerasi Layanan Kesehatan Berbasis Aplikasi”.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan layanan kesehatan berbasis aplikasi serta digitalisasi sistem kesehatan daerah.

Selain itu, rapat ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Kabupaten Pegunungan Bintang. (Admin Redaksi)






