
BORME (SN.COM)—Dalam rangka meningkatkan akses transportasi udara, Lapangan terbang Uanban Distrik Borme Kabupaten Pegunungan Bintang berhasil diresmikan masyarakat setempat.
Lapangan terbang dengan panjang -+500 KM ini mulai dikerjakan sejak tahun 2018 dan akhirnya diresmikan tahun 2025 guna mendukung perekonomian wilayah setempat yang masih terisolasi jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau.
Terlihat suasana tangis haru setelah melihat lapangan terbang yang dikerjakan selama lima tahun dengan tangan kosong,tanpa gerobak dan berbagai jenis alat bantu lainya berhasil mendarat sebuah pesawat terbang yang diimpikan warga setempat setelah menunggu sekian lama waktunya.

Ketua Panitia Nikus Lepitalen kepada media ini mengaku peresmian lapangan terbang itu menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat sebab menurutnya dengan diresmikannya lapter itu tentunya membuka akses udara untuk meningkatkan perekonomian di daerah itu yang masih terisolasi dan primitif.
“hari ini kami bersyukur karena lapangan yang kami kerja selama lima tahun mengerjakan dengan swadaya jemaat bisa diresmikan hari ini, kami akan abadikan momen ini sebagai hari bersejarah untuk wilayah uamban dan masyarakat sekitarnya karena dengan seperti ini kami bisa,rasakan beras,garam,minyak goreng dan jenis makan lainya” ujar Lepitalen
Kegiatan peresmian lapter pada Kamis, 24/07/2025 belum lama ini, telah hadir Ketua Wilayah GIDI pegunungan Bintang Pdt. Nerri Soll,M.Th juga turut hadirpula salah satu putra terbaik di wilayah itu yang kini menjadi Anggota Legislaror Provinsi Papua Pegunungan Apia Lepitalen,S.IAN,MM pimpinan dan Badana Pekerja Klasis Borme,Ketua dan Badan pekerja Klasis Kirime juga telah hadir Para Kader dan Senioritas di wilayah itu turut hadir mengikuti syukuran itu.

Usai memberikan penguatan rohani oleh Ketua Wilayah GIDI pegunungan Bintang Pdt. Nerri Soll,S.,Th hendak menginting vita mengatakan pihaknya melarang warga setempat untuk menggunakan lapter itu menjadi pusat pendoropan,Miras,Narkoba,Ganja,dan berbagai jenis obat-obat terlarang lainya yang cendrung menghancurkan masa depan generasi di wilayah itu.
“Saya sebelum mengunting vita ini kami wilayah sampaikan jangan menggunakan falititas umum (lapangan terbang) ini yang dengan susah paya dikerjakan dengan tangan kosong tetapi seenaknya membawa Miras,Ganja,Narkoba dan jenis lainya ke daerah ini untuk membunuh karakter pemuda yang masih primitif,terisolasi” tegas Pdt. Nerri Soll
Dalam kesempatan itu Anggota Legislaror Provinsi Papua Pegunungan Apia Lepitalen,S.IAN,MM memberikan apresiasi kepada masyarakat wilayah setempat yang bekerja secara swadaya hingga lapangan tersebut bisa dirampung di tahun 2025.

“ saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada orang tuaku,mama,bapa dan adik-adiku sekalian yang telah bekerja keras selama lima tahun lebih akhirnya pada hari ini telah kita syukuri bersama dan kita bisa lihat hari ini pesawat bisa mendarat dengan baik artinya kita sudah sukses mengerjakan dan menyediakan fasilitas umum” kata Apia
Juga lanjut Apia dirinya turut bangga kesatuan dan kerjasama dua klasis yaitu kLasis Borme dan klasis kirime yang saling dukung dalam menjalankan pelayanan terkait hal itu ia mengaku patut disyukuri

“Saya selaku salah satu kader di wilayah ini sangat bangga karena dua klasis ini selalu jalan sama-sama saling menopang dalam menjalankan pelayanan sehingga saya dalam momen penting ini saya menyampiakna terima kasih kepada dua klasis yaitu Klasis Kirime dan Klasis induk Borme” Ucapnya
Tutup Apia dirinya optimis berpartisipasi dalam mendukung pelayann baik di dua klasis di jemaat maupun 8 Klasis lainya di Wilayah Pegunungan Bintang.
“ kami sebagai kader sudah komitmen dengan optimis bahwa kami akan tetap mendukung peningkatan pelayanan di gereja,baik,di tingkat jemaat,Klasis Wilayah dan di pusat” tutup Lepitalen.
Usai resmikan Peresmian lapangan terbang yang cukup meriah itu telah diisi dengan berbagai acara tambahan lainya hingga berakhir dengan makan bersama dipinggir lapangan terbang kampung uanban.(RB*)













