
SOBSEBANG (SN.COM) — Kepala Kampung Sopamikma Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang berinisial (YK) ditemukan meninggal dunia di Anemkot Jalan Distrik Oksebang pada Sabtu, 9/05/2025 sekitar pukul 16:00 WIT.

Jasad Korban Pertama kali ditemukan oleh tiga orang pemuda yang hendak menujuh Distrik dalam kondisi jatuh tergelincir dipinggir jalan Anemkot.
Menurut tiga orang pemuda itu Ia (YK) telah berjalan bersama dari Oksibil hendak bermalam di kampung kubipkop Distrik Oksebang dan keesokan harinya korban melanjutkan perjalanannya menuju halaman kampung, namun ditengah jalan korban meminta mendahului mereka berhenti dipuncak tetapi sebelum sampai dipuncak korban ditemukan mati tak bernyawa.

“kami jalan sama-sama karena mau istrahat di kubikop dan besoknya lanjut ke kiwirok tetapi dalam perjalanan kami masih kali bapa duluan jalan, dan di sampaikan saya duluan ke untuk merokok jadi adik-adik naik pelan-pelan setelah tanjakan beberapa tangga bapa sudah duluan naik dan kami dia orang karena cape kami pelan dan teman kami yang duluan naik dan sebelum ke puncak bapa kepala kampung tidur dan jatu di jalan beberapa setelah itu kami juga naik dan kami kasih sayang dari angkat bapa ke badan jalan dalam beberapa posisi dunia ” Kata tiga orang Pemuda asal Oksebang itu.
Setelah mengetahui peristiwa itu, satu orang pemuda berlari ke Desa Kubibkop guna meminta bantuan agar jasad korban segera dievakuasi dan hingga malam sekitar pukul 8:00.WIT warga kampung kubipkoph menuju TKP dan berhasil membantu bantuan jenazah erkampungan terdekat.

“sekitar pukul 8:00 warga Distrik Oksebang dari kampung Kubikop turun di tempat kejadian dan berhasil mengurai ke kampung anembakon”
Peristiwa itu terdengar luar biasa setelah hingga keluarga korban dan seluruh masyarakat pegunungan bintang sekitar pukul 18:30 WIT

Hingga tadi pagi Minggu, 10/5/2026 pukul 04.30 WIT pihak keluarga korban langsung menujuh untuk menjemput Jasad korban dan langsung melakukan pemeriksaan tubuh korban ( visum) di Rumah Sakit Umum Daerah Oksibil.

Menurut Keterangan Doktor Hendrika setelah di visum ternyata tidak menemukan bekas pukulan atau tindakan kekerasan lainya ada pada tubuh korban.
“setelah diperiksa tubuh korban kami tidak menemukan bekas apapun pada tubuh korban baik kena pukulan atau pun luka memar dan jenis tindakan kekerasan lainya” ucap dokter Hendrika

Sementara itu pihak keluarga korban,Epianus Kalakmabin kaka dari Kepala Desa Sopanikma kepada media ini mengatakan segenap keluarga korban dan masyarakat Kiwirok besar menyampaikan Terima kasih kepada keluarga besar Distrik Oksebang khususnya kepala Distrik dan keluarga dari kampung Kubipkop yang telah berhasil mengevakuasi jasad korban adiknya dan telah membawa kembali untuk menyerahkan kepada keluarga, ia mengakui semua pengorbanan akan dibalas oleh Tuhan sang Pencipta.

” Kami keluarga korban menyampaikan Terima kasih kepada keluarga besar Distrik Oksebang khususnya kampung kubipkop yang telah membantu menyelamatkan jasad adik saya dan hingga dari kampung bawa kembali dan serahkan kepada keluarga, sungguh kami tidak membalas apapun tetapi Tuhan Yesus akan membalas” Ujar Epianus
Lanjut Epianus menambahkan hasil visum sudah jelas menyatakan bahwa tidak ada tindakan kekerasan ada jasad korban sehingga ia berharap agar tidak menyebarkan berita yang merugikan pihak lain Hoax karena menurutnya keluarga akan memakamkan jenazah korban sesuai k putuskan keluarga.

“Setelah ini saya sampaikan bahwa hasil visum sudah jelas bahwa Almarhum tidak dibunuh oleh siapapun karena tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban jadi tidak boleh mengembangkan isu yang tidak-tidak, sudah cukup ditangan keluarga kami akan memakamkan setelah keputusan semua keluarga” ucapnya. Wartawan : (Demi H)













