
OKSIBIL (SN.COM)—- Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Kontrasepsi di Pegunungan Bintang, Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Dokter dan Bidan Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2025.
Pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 01 hingga berakhir pada tanggal 10 Desember 2025 itu, dipusatkan di Aula Susteran Aparabib Distrik Oksibil Kabupaten Pegunumgan Bintang.

Pelatihan yang dijadwalkan total 10 hari itu telah resmi ditutup oleh Kepala Seksi Akreditasi Puskesmas Kabupaten Pegunungan Bintang Dinus Kalakmabin,S.KM.M.Kes mewakili kepala Dinas pada Rabu,10/12/2025.
Dalam sambutannya kepala Seksi Akreditasi Puskesmas Kabupaten Pegunungan Bintang Dinus Kalakmabin,S.KM.M.Kes mewakili kepala Dinas menjelaskan pelatihan itu merupakan komitmen Dinas Kesehatan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan khusunya pelayanan bidang Kontrasepsi serta memperkuat kapasitas SDM khususnya Dokter dan Bidan agar mampu menghasilkan tenaga medis yang handal dan terampil.
” Kegiatan ini merupakan komitmen kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayana kesehatan di puskesmas khususnya di bidang Kontrasepsi agar tenaga medis yang ditugaskan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mendukung program pelayanan kesehatan yang berkualitas di Kabupaten Pegunungan Bintang” ujarnya.

Lanjut Dinus mengatakan pelatihan selama 10 hari adalah waktu yang cukup lama untuk peserta dilatih dan dipersiapkan untuk menjadi tanaga medis yang terampil di tengah masyarakat sehingga menurut Dinus pihaknya berharap agar seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan itu sebaik-baiknya dengan mengasah pengetahuan dan keterampilan, sehingga memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di puskesmas.
” para peserta yang ikut pelatihan ini sudah dipilih dan pastikan untuk menjadi mentor bagi teman-teman lainya sehingga bersinergi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di masing-masing puskesmas khususnya Bidang pelayanan Kontrasepsi. Kata Dinus.

Sementara itu menurut Lembaga Diklat Profesi Sinesia Andika Manurung, S.KM. M.KM mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan yang telah berkomit membangun agreement (kerjasama) untuk menjadi fasilitator dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan bagi para nakes juga dokter di kabupaten pegunungan Bintang.
” kami dari Lembaga Diklat Profesi Sinesi menyampaikan terima kasih karena dinas kesehatan Pegunungan Bintang boleh mengizinkan kami untuk membangun kerjasama untuk diklat dan pelatihan pelayanan kesehatan di kabupaten pegunungan bintang sekaligus dipercayakan sebagai penyelenggara atau fasilitator”.ucap Andika

Lanjut Andika pihaknya berkomitmen sebagai mitra yang baik pihaknya akan terus bekerjasama untuk memajukan kesehatan di kabupaten pegunungan bintang dengan menyiapkan metode dan setifikasi agar para tenaga medis menjadi terampil untuk melayani masyarakat.
” kami akan terus bekerjasama sama untuk melati dan mempersiapkan SDM kesehatan yang bermutu dengan menyiapkan sertifikat pelatihan agar terampil dan menunjukan pelayana yang berkualitas” ujarnya
Usai kegiatan ketua Panitia Pelatihan Oktovianus Borotoding,S.Kep kepada media ini mengungkapkan syukurnya kepada Tuhan sebab menurutnya pelatihan selama 10 hari dapat berjalan sesuai rencana dan jadwal panitia tanpa ada kendala.
” saya secara pribadi sebagai ketua Panitia bersyukur kepada Tuhan walapun pelatihannya selama satu minggu empat hari dengan durasi waktu 10 hari tetapi kegiatannya sukses terlaksana dengan baik walaupun banyak kekuragan tetapi sebagai manusia pasti mempunyai kekurngan dan kelebihan” ucapnya

Menurutnya mutu pelayanan kontrasepsi sangat minim karena kurangnya kompetensi dokter dan bidan di pegunungan Bintang sehingga pihaknya berkomitmen menggelar pelatihan kontrasepsi agar bersama-sama dapat mengatasi dan menyelamatkan ibu hamil dan bayi di kabupaten pebunungan bintang.
“untuk saat ini pelayanan menyangkut kontrasepsi itu bisa dikatakan sangat minim karena kurangnya kompetensi baik dokter dan juga bidan sehinga kami dinas kesehatan menyelenggarakan pelatihan ini supaya bisa mengerti metodenya’konselingnya dan cara mengatasinya agar bisa menyelamatkan pasien dengan keterampilan dimiliki” kata Oktovianus.

Pelatihan itu diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari 9 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Umum di Wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dan selama pelatihan para peserta terlihat antusias mengikuti
Kegiatan itu dilaksanakan atas kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunu gan Bintang dengan Poltekes Kemenkes Makasssr (LDP) Lembaga Diklat Profesi Kesehatan dan Aplikasi Kesehatan Indonesia. (rep.Demi Hikatop ed: RB)













