
OKSIBIL (SN.COM)—Dalam Rangka Membekap Atminstrasi sistem Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Pegunungan Bintang, Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK) menggelar kegiatan Fasilitasi Keuangan Desa dengan melakukan Bimbingan teknis operator sistem keuangan dana desa di Oksibil. Jumat/16/05/2025
Kegiatan yang dipusatkan di Aula quest house Oksibil itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan pemerintahan kampung (DPMPK) Yermias Tapyor,SE,M.Sos di dampingi Kepala Bidang Pemerintahan Kampung,David Kalaka,S.IP,M.Si dan juga telah hadir Kepala Bidang Pendapatan Dinas DPMPK,Dipen Taplo,SH ,dan diikuti oleh 34 orang peserta operator Siskeudes dari 34 Distrik Kabupaten Pegunungan Bintang.

Usai membuka kegiatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan pemerintahan kampung (DPMPK) Yermias Tapyor,SE,M.Sos kepada media ini mengatakan pihaknya telah merekrut 34 operator Siskeudes dari 34 Distrik dalam rangka kelancaran dan pengendalian administrasi sistem keuangan desa baik itu Anggaran Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD)
“kegiatan ini bertujuan untuk membekap administrasi sistem keuangan desa yang selama ini ditangani langsung oleh Dinas tetapi karena efisiensi anggaran di selurh indonesia sehingga kami dinas memberikan kewenangan kepada 277 kepala Desa untuk kelola sistem keuangan Desa dengan demikian kami rekrut 34 oprator siskeudes untuk dilatih dan disiapkan untuk membantuk 277 kepala di 34 distrik kabupaten pegunungan bintang.”katanya
Menurutnya menjadi operator Siskeudes merupakan bagian yang sangat terpenting dalam pengelolaan aplikasi keuangan desa sehingga ia berkomitmen untuk desak 277 kampung untuk admin yang disiapkan diberikan SK sebagai jaminan
“ 34 operator yang direkrut ini bukan dari dinas tetapi 277 kampung sehingga kami dinas akan menyapmpaikan dengan tegas kepada 277 kepala kampung untuk admin aplikasi siskeudes tersebut diberikan jaminan dengan menyiapkan Surat keputusan Pemerintah Desa (SK) sebagai jaminan pengabdian”.ujarnya.

Sementara itu kepala Bidang Pemerintahan Kampung (PEMKAM) Kabupaeten Pegunungan Bintang David Kalaka,S.IP,M.Si mengatakan di seluruh indonesia sistem pengelolaan keuangan desa dikelalola langsung oleh masing-masing desa tetapi untuk di papua pada umumnya kabupaten Pegunungan Bintang merupakan kabupaten pertama yang berikan kewenangan langsung kepada Desa untuk menangani sistem keuangan desa.
“untuk di kabupaten lain di seluruh indonesia sistem keuangan desa dikelalola langsung oleh masing-masing desa tetapi saya jujur sampaikan bahwa khusus di papua kita di pegunungan bintang menjadi kabupaten pertama yang sitem keuangan desanya dikelola langsung oleh admin aplikasi di tingkat kamung dan ini luar biasa” kata David
Lanjut david semua biaya operator kampung dibebankan kepada 277 kampung sehingga ia berharap kepada kepala-kepala kampung untuk diperhatikan secara serius agar admin aplikasi sitem keuangan desa dapat dikelola dengan lancar,aman dan tepat waktu.

“untuk biaya operator dibebankan kepada masing-masing kampung bertanggung jawab saya sarankan untuk diperhatikan secara serius di tingkat kampung karena operator itu orang yang membantu desa dalam mengimplementasikan pengelolaan dana desa baik Anggaran Dana Deaa(ADD) maun Dana Desa (DD)”ujarnya
Dalam kesempatan yang sama kepala Bidang Pendapatan Dinas DPMPK Kabupaten pegunungan Bintang Dipen Taplo,S.H mengatakan 34 oprator siskeudes yang disiapkan benar-benar akan membantu kepala kampung untuk menginput sistem keuangan desa sesuai anjuran undang-undang dana desa sehingga terkontrol secara baik besar jumlah anggaran dana desa yang tersalurkan.
“oprator yang disiapkan itu adalah orang-orang sangat penting dan karena mereka akan membantu kepala kampung dalam pengelolaan sistem keuangan desa yang selama ini bole dikatakan berantakan dalam pelaporan”kata Dipen

Selanjutnya Ia berharap agar 34 Operator yang direkrut turut aktif dalam mengikuti sejumlah materi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan itu,agar menjadi admin yang profesional mampu menguasai sistem dalam aplikasi pengelolaan keuangan desa yang disediakan.
Terlihat suasana dalam kegiatan itu, para peserta operator Siskeudes turut aktif mengikuti bimbingan yang diberikan guna menjadi admin-admin yang profesional seperti yang diharapakan.
Jurnalis Sifiknews: (Demi Hiktapop).













