
OKSIBIL (SN.COM) — Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, resmi menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Baptis Oksibil, pada Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan laporan panitia oleh Ketua Panitia, Pius Bawi, sebelum dibuka secara resmi oleh Asisten II Pegunungan Bintang, Nikolaus Uropmabin. Rapat kemudian berlanjut dengan penyampaian materi pertama yang diawali oleh Sekretatis Ispektorat Pegunungan Bintang Markus Ningmabin, S.H.

Rakerkesda tahun 2026 ini mengusung tema: “Akselerasi Layanan Kesehatan Berbasis Aplikasi”.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pius Bawi menjelaskan bahwa kegiatan ini dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan. Rakerkesda bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis bersama antara Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Daerah, Puskesmas, lintas sektor, dan pemerintah daerah, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Mari kita duduk bersama, merumuskan, saling mengoreksi, dan mengevaluasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh, untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang tepat sasaran bagi masyarakat,” ujar Pius.

Ia berharap Rakerkesda ini dapat memberikan edukasi sekaligus peringatan serius bagi para pengelola Puskesmas, agar mampu mengelola data secara tepat dan transparan dalam proses evaluasi, serta mampu merancang program strategis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dalam Rakerkesda ini, kita akan mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki tata kelola pelayanan kesehatan berbasis data dan sistem elektronik (aplikasi),” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang, Lukas Pegi Masero, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rakerkesda ini bertujuan untuk membahas dan mengevaluasi keseluruhan tata kelola pelayanan kesehatan di 35 Puskesmas dan 1 RSUD Kabupaten Pegunungan Bintang, dengan fokus utama pada pengelolaan data berbasis aplikasi.

“Kami akan membahas dan mengevaluasi secara menyeluruh berbagai permasalahan teknis, mulai dari tingkat Dinas hingga Puskesmas, untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Rakerkesda ini dihadiri sebanyak 100 peserta, yang terdiri dari perwakilan 35 Puskesmas dan 1 RSUD, serta para administrator Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Turut hadir dalam pembukaan Rakerkesda ini antara lain: Asisten II Kabupaten Pegunungan Bintang Nikolaus Uropmabin, S.IP., M.Si., Sekretaris Dinas Kesehatan Lukas Pegi Masero, para perwakilan Puskesmas, serta Kepala Bidang dan Kepala Seksi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang. (Admin Redaksi)






