
LUBAN (SN.COM)— Klasis Saupker, Wilayah Pegunungan Bintang, Gereja Injili di Indonesia (GIDI), secara resmi menggelar Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Klasis pertama tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Kampung Luban, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Rabu, 14-18 Oktober 2026.
Rapat tertinggi di tingkat Klasis itu resmi dibuka oleh Ketua Wilayah GIDI Pegunungan Bintang, Pdt. Neri Soll, S.Th. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Arnold Nam, S.AP, Ketua Komisi A DPRK Pegunungan Bintang, Notius Urwan, S.IP, Penasihat Badan Pekerja Pusat, Pdt. Yos M. Hilka, serta Sekretaris Wilayah GIDI Pegunungan Bintang, Pelli Rano Bidana, S.I.Kom dan Kepala Distrik Jetfa Pius H Tepmul,S.IP, M.Si

Suasana meriah dan penuh antusiasme. Ratusan jemaat dari 11 jemaat Klasis Saupker memadati Bandar Udara Luban untuk menyambut kedatangan pimpinan gereja, para kader, dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang dan menganntar rombongan menuju halaman Kantor Klasis Saupker.

Dalam sambutannya, Pdt. Neri Soll menyatakan kehadirannya bersama Sekretaris Wilayah bertujuan untuk memastikan pelayanan di tingkat klasis berjalan dengan baik, sekaligus berdiskusi langsung dengan seluruh hamba Tuhan untuk mengevaluasi program-program gereja yang telah ditetapkan.

“Kami hadir untuk duduk bersama dan membahas program gereja di tingkat klasis, serta mendengarkan secara langsung berbagai tantangan pelayanan yang dihadapi oleh Badan Pekerja Klasis, para gembala daerah, dan pelayanan di tingkat jemaat,” ujar Pdt. Neri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rapat pertama ini difokuskan pada tiga hal utama: membangun gereja yang mandiri, memperkuat sumber daya manusia (SDM) khusus hamba Tuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong peningkatan ekonomi jemaat berbasis potensi lokal guna mendukung kegiatan pelayanan klasis. Selain itu, rapat juga memperkuat penginjilan di Kalimantan.

“Saat ini kita fokus pada tiga hal: pertama, gereja yang mandiri; kedua, menyiapkan SDM hamba Tuhan yang berkualitas; dan ketiga, membangun ekonomi jemaat untuk mendukung program klasis. Kami juga akan terus memperluas jangkauan penginjilan, termasuk hingga ke Kalimantan,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili para kader GIDI Wilayah Pegunungan Bintang, Ketua Komisi A DPRK, Notius Urwan, S.IP, menyampaikan bahwa kondisi efisiensi anggaran daerah saat ini berdampak pada kemampuan kader untuk memberikan dukungan langsung secara finansial seperti sebelumnya. Namun demikian, komitmen dukungan terhadap gereja tetap dijaga.

“Kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan efisiensi membuat kami para kader belum dapat membantu secara langsung seperti dulu. Hal ini perlu dipahami bersama oleh 10 Klasis di Wilayah Pegunungan Bintang,” ungkap Notius.
“Tetapi, kami tetap berkomitmen mendukung program gereja. Kami sadar bahwa segala jabatan yang kami emban, baik di birokrasi maupun di ranah politik, adalah berkat doa-doa hamba Tuhan. Oleh karena itu, dukungan kami akan terus ada untuk meringankan beban pelayanan,” tambahnya.

Rapat BPL Klasis Saupker tahun 2026 mengangkat tema “Penginjilan Belum Selesai” dengan sub-tema “Memang Tuaian Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit” (Lukas 10:2).
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pengenakan neme Tag kepada peserta rapat yang disimbolkan oleh Wakil Bupati Arnold Nam dan Notius Urwan. Kegiatan tersebut akan dijadwalkan akan berangsung selama empat hari dan akan resmi ditutup pada sabtu 18 Oktober 2026.(Admin Redaksi)










