
BOGOR (SN.COM)—- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pegunungan Bintang pendeta Dr. Anselmus Taplo,S.Th,M.Pd.K resmi diwisudakan di Sekolah Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kadesi Bogor, Kabupaten Bogor Provisi Jawa Barat setelah berhasil menyelesaikan studinya dengan meraih gelar Doktor Teologi Jurusan Pengembalaan dan pengijilan.
Pendeta Dr. Anselmus Taplo Berhasil Diwisudahkan melalui sidang terbuka ujian promosi doktor yang digelar di Gedung di aula terbuka sivitas akademika Sekolah Tinggi (STT) Kadesi Bogor yang dipimpin langsung oleh rektor Ass. Prof. Dr. Timotius Sukarma, M.Th,pada Kamis,04/09/2025.

Di sela-sela kesibukannya sebagai ketua FKUB, juga salah satu Ketua Klasis di gereja Gereja Injili Di Indonesia juga selain itu menjabat sebagai ketua Yayasan YPGP di kabupaten pegunungan bintang tidak menyurutkan semangat Pendeta Dr. Anselmus Taplo,S.Th,M.Pd.K untuk terus belajar menuntut ilmu dalam program S3. Kini pria kelahiran kampung kiwi Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan Itu, telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya pada usia 45 tahun dengan predikat yang memuaskan.

Menurut pendeta Dr. Anselmus Taplo,S.Th,M.Pd,K kepada media ini menjelaskan perjuangannya untuk meraih gelar doktor teologi sangatlah tidak mudah, namun ia mengaku dengan perjuangan,dan tekat yang kuat, serta dukungan penuh dari sang istri dan keluarganya ia berhasil diwisudahkan dengan predikat yang sangat memuaskan dari Sekolah Tinggi (STT) Kadesi Bogor.

“ saya bersyukur pada hari ini karena semua perjuangan pendidikan yang saya lewati sejak SD dan SMP kampung halaman saya,setelah itu saya keluar mandiri sejak SMA hingga menyelesaikan S1 dan S2 dan terakhir berhasil selesaikan Program S3 Teologia Jurusan Pengembalaan dan Penginjilan di usia ke 45 tahun dengan predikat yang sangat memuaskan” ujar pendeta Anselmus
Lajut pria kelahiran kiwi distrik kiwirok kabupaten pegunungan bintang itu mengatakan semua yang terjadi itu oleh karena kemurahan dan campur tangan Tuhan sang pencipta “sebab bagi Tuhan tidak yang mustahil”.
“ perjuangan yang saya lewati untuk meraih gelar doktor memang tidak seperti yang saya pikirkan tetapi oleh karena campur tangan tuhan dan atas dukungan,doa,daya yang penuh semangat dari istri tercinta dan keluarga, pada khususnya doa keluaga besar umat Gereja GIDI Wilayah pegunungan untuk pendidikan, tetapi juga tidak terlepas doa doa dari rekan,rekan pendeta di seluruh tanah air akhirnya saya diwisudahkan pada hari ini dengan baik. puji Tuhan” katanya

Mantan gembala Jemaat GIDI Sion Oksibil yang juga selaku ketua Klasis Aktif di Klasis Siniramu Wilayah pegunungan Bintang itu menambahkan gelar doktor yang ia raih merupakan hasil terakhir pendidikan yang ia impikan ketika dirinya terpanggil menjadi seorang hamba Tuhan.sehingg menurutnya gelar Doktor itu ia abadikan untuk gereja injili Di indonesia.
“ gelar doktor yang saya raih hari ini merupakan impian saya dari kecil ketika saya masih ketua pemuda jemaat di kampung saya dan setelah saya terpanggil menjadi hamba Tuhan saya komitmen akan terus sekolah mnegikuti semua jenjang pendidikan akhirnya impian saya telah saya buktikan dengan kerja keras dan perjuangan yang panjang sehingga gelar Doktor ini saya akan abadikan untuk gereja injili di indonesia” tambahnya.

Sebagai seorang pendeta sekaligus pengajar ia berpesan dengan raihnya gelar dokor itu menjadi motivasi dan dorongan untuk generasi muda indonesia khususnya pegunungan bintang untuk terus mengikuti proses pendidikan dengan utamakan Tuhan juga mempunyai komitmen yang teguh,dan teruslah belajar meraih cita-cita yang impihkan untuk masa depan papua yang penuh harapan.
“ saya berharap dengan raihnya gelar doktor ini saya berharap menjadi motivasi untuk anak muda mudi indonesia dan juga kabupten pegunungan bintang pada umumnya untuk terus tingkatkan semangat belajar dan teruslah berjuang dengan komitmen yang teguh untuk menyelasaikan semua jenjang pendidikan yang ditawarkan tetapi saya pesan yang pertama adalah takutlah akan Tuhan Allah dan yang kedua adalah berjuanglah selama masih muda,dan raihla impianmu,kamu pasti bisa seperti saya” tutup pendeta Dr. Anselmus Taplo. red.(RB)













