
OKSIBIL (SN.COM) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan dari Daerah Pemilihan Pegunungan Bintang, Yatina Kogoya, S.Th., menggelar kegiatan Hearing Dialog bersama guru dan siswa SMP Negeri 2 Okpol, Distrik Oksibi, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan dan upaya rutin yang dilakukan sejak beliau dilantik sebagai anggota dewan.
Kehadiran Yatina Kogoya yang juga merupakan istri dari almarhum Weligtoh Lot Wenda, mantan Bupati Pegunungan Bintang, disambut hangat oleh Kepala Sekolah Yuventus Opki, S.S., para dewan guru, serta seluruh siswa-siswi SMP Negeri 2 Okpol.

Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan motivasi dan semangat kepada tenaga pendidik maupun peserta didik agar tetap tekun dan giat dalam menjalani proses belajar dan mengajar.

Dalam dialog tersebut, Yatina menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan di Pegunungan Bintang. Beliau berharap para siswa mampu beradaptasi dan memanfaatkan perangkat pembelajaran modern agar tidak tertinggal di tengah perkembangan era digital.

“Saya melihat anak-anak Pegunungan Bintang itu cerdas-cerdas. Tinggal bagaimana kita memproses mereka agar semakin tajam dalam mengasah kemampuan di era digital ini,” ujar Yatina.
Dikenal sebagai tokoh perintis pendidikan di Pegunungan Bintang yang turut mendirikan sejumlah sekolah pada masa kepemimpinan almarhum suaminya Yatina berkomitmen terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Okpol, Yuventus Opki, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kunjungan tersebut. “Kehadiran Mama di sekolah kami terasa sangat istimewa. Bagi kami, Mama adalah perintis pendidikan di tanah Polbakon. Kehadiran Mama ke Oksibil ibarat pulang ke rumah sendiri. Terima kasih atas kunjungannya ke sekolah kami,” ungkapnya.
Sebagai informasi, SMP Negeri 2 Okpol yang dibangun sejak tahun 2023 kini menaungi 55 siswa, dengan rincian: Kelas VII sebanyak 18 siswa, Kelas VIII sebanyak 19 siswa, dan Kelas IX sebanyak 18 siswa.

Sekretaris Komite Sekolah, Yanuarius Opki, dalam kesempatan dialog itu menyampaikan permohonan agar pembangunan gedung ruang kelas baru dapat diperjuangkan hingga ke tingkat provinsi. “Kami masih sangat membutuhkan gedung sekolah. Kami mohon Ibu dapat memperjuangkan pengalokasian beberapa Ruang Kelas Baru dari Pemerintah Provinsi untuk kami,” pinta Yanuarius.

Terkait pemenuhan gizi dan kebutuhan pangan siswa, Yatina menyampaikan rencana pengembangan budidaya ikan lele di kolam masyarakat. Nantinya, pemenuhan gizi siswa akan bersumber dari hasil budidaya lokal, sedangkan kebutuhan sayur juga akan dipenuhi dari hasil pertanian sendiri, dan hanya jenis buah-buahan tertentu yang akan didatangkan dari luar daerah.

Selain itu, akses jalan dan tingginya biaya transportasi serta tarif penerbangan juga menjadi sorotan warga yang disampaikan dalam dialog. Yatina berjanji akan mendesak adanya pendekatan serius dari pemerintah guna menekan biaya tersebut agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

Kegiatan Hearing Dialog ini ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan melalui acara makan bersama di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Okpol, Distrik Oksibi, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
(Reporter: Pimred / RB)













