
OKSIBIL (SN.COM) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan, Yatina Kogoya, S.Th., yang juga merupakan pendiri Gereja Baptis Papua di Wilayah Pegunungan Bintang, menghadiri dan memberikan sambutan pada Konferensi Pertama Gereja Baptis Papua Wilayah Pegunungan Bintang yang berlangsung di Oksibil.
Dalam sambutannya, Yatina menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah dan gereja. Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Papua pertama kali dirintis oleh gereja, sebelum kemudian pemerintah hadir untuk melanjutkan pembangunan. Oleh karena itu, kedua belah pihak tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling mendukung dan bersinergi.

“Semua tempat di Papua ini pertama kali dirintis oleh gereja, baru kemudian pemerintah hadir untuk membangun. Peran gereja di segala bidang perlu didukung pemerintah, dan sebaliknya. Kita harus saling bersinergi membangun,” ujar Yatina.
Yatina juga menyoroti peran para kader gereja. Ia mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu mendukung gereja, tidak membeda-bedakan satu sama lain, dan tetap melayani demi kemuliaan Tuhan. Ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi beberapa kader yang setelah memiliki pekerjaan justru menjauh dari Tuhan. Padahal, keberadaan dan kemajuan yang diraih hingga saat ini tidak lepas dari peran gereja.

“Kita bisa ada hingga hari ini karena ada gereja. Kita bisa saling mengenal dan melayani bersama siapa pun di sini karena gereja. Janganlah kita lupa akan hal itu,” tambahnya.
Menyikapi kondisi ekonomi yang semakin sulit saat ini, Yatina mengingatkan bahwa pelayanan adalah milik Tuhan, sehingga Tuhan pasti menyertai dan memberkati setiap pelayanan yang dilakukan. Ia pun mengajak seluruh jemaat agar tidak menggantungkan harapan sepenuhnya kepada pemerintah, melainkan mengandalkan iman dan sumber daya yang telah Tuhan berikan di tanah ini untuk melayani dan membangun.

“Kita tidak boleh hanya mengharapkan bantuan pemerintah. Mari kita bangkitkan pelayanan kita dengan iman. Tuhan telah menaruh segala yang kita butuhkan di wilayah ini. Mari kita berdoa dan melayani dengan tulus hati,” tegasnya.
Yatina juga menyampaikan keprihatinannya atas sikap sebagian kader yang hanya memberikan bantuan materi namun enggan hadir dan duduk bersama jemaat. Padahal, kehadiran para kader sangat dibutuhkan untuk memahami langsung kondisi, kekuatan, maupun kelemahan pelayanan di tengah jemaat. Hal tersebut dinilainya sangat disayangkan.

Di akhir sambutannya, Yatina berharap konferensi pertama ini menjadi titik awal kebangkitan iman seluruh jemaat Gereja Baptis Papua di Pegunungan Bintang. Seluruh peserta diharapkan tetap bersatu, merumuskan program-program yang berdampak nyata bagi kemajuan gereja, serta terus berkarya, melayani, dan bersaksi bagi kemuliaan nama Tuhan.
“Ini adalah konferensi pertama kita. Mari kita duduk bersama dan menyusun program-program yang membawa dampak positif bagi perkembangan Gereja Baptis di Pegunungan Bintang sebagai wilayah baru, agar nama Tuhan dipermuliakan,” pungkasnya.










