Example 750x300

Wasekjen GIDI Pusat, Jhon Kalaka Raih Gelar Doktor di Usia 41 Tahun di STTII Yogyakarta

120
×

Wasekjen GIDI Pusat, Jhon Kalaka Raih Gelar Doktor di Usia 41 Tahun di STTII Yogyakarta

Share this article
Dr. Jhon Kalaka S.HI, M.KP, M.TH

 

YOGYAKARTA (SN.COM) — Wakil Sekretaris Jenderal Badan Pekerja Pusat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Dr. Jhon Kalaka, S.Hi., M.KP., M.Th., sukses meraih gelar doktor pada usia 41 tahun. Ia dikukuhkan sebagai doktor di Sekolah Tinggi Teologia Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Jhon Kalaka merupakan salah satu putra terbaik asal Kabupaten Pegunungan Bintang. Pria asal Kampung Kaep, Distrik Okbemtau, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan ini adalah putra ketiga dari pasangan almarhum Heri Kalaka dan almarhumah Herina Tepmul.

Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan mengangkat judul tesis “Analisis Dampak Otonomi Khusus dan Pemekaran Daerah Baru Terhadap Gereja GIDI” dan lulus dengan hasil memuaskan sesuai target waktu akademik.

Usai prosesi wisuda, melalui sambungan WhatsApp, Jhon Kalaka mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan hingga ia mampu menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor dengan baik. Menurutnya, pencapaian tersebut dipersembahkan khusus untuk kemuliaan Tuhan, lembaga gereja, serta keluarga besar Pegunungan Bintang.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena semua perjuangan hingga meraih gelar doktor ini berkat campur tangan Tuhan Sang Pencipta. Gelar doktor ini saya persembahkan pertama untuk Kemurahan Tuhan, kedua untuk Gereja Injili Di Indonesia sebagai mentor utama dalam penyelesaian studi saya, dan ketiga untuk seluruh keluarga besar Pegunungan Bintang,” ujar Jhon.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Pekerja Pusat GIDI, 8 Badan Pekerja Wilayah, 1 Calon Wilayah, 100 Klasis, 11 calon klasis, serta secara khusus kepada Wilayah Pegunungan Bintang 10 Klasis yang telah memberikan dukungan doa hingga studinya tuntas.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Badan Pekerja Pusat GIDI, terutama mantan Presiden GIDI Bapak Dorman Wandikbo dan Bapak Usman Kobak,Bapak Sekjen GIDI Gandius Enumbi,Bapak Yullyus Bidana yang telah mendukung penuh, serta semua rekan-rekan Badan Pekerja Pusat lainnya yang telah mendoakan studi saya,” tambahnya.

Kesuksesan ini, lanjut Jhon, juga tidak terlepas dari dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, ST, dan Wakil Bupati Arnol Nam, S.AP., dalam mewujudkan visi pendidikan daerah.

“Saya bisa menyelesaikan doktor atas dukungan Pemerintah Pegunungan Bintang. Bapak Bupati Spei dan Wakil Bupati Arnol Nam adalah pemimpin yang peduli di bidang pendidikan. Salah satu bukti nyatanya adalah saya sudah menyelesaikan gelar Doktor Teologi,” ungkapnya.

Selain itu, Jhon menyampaikan terima kasih kepada para kader GIDI yang menduduki jabatan kepala daerah, seperti Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, Bupati Tolikara Willem Wandik, dan Bupati Jayapura Yunus Wonda, serta seluruh kader lainnya yang ikut membantu proses pendidikannya.

“Selain Pemerintah Pegunungan Bintang, saya juga berterima kasih kepada seluruh kader GIDI yang telah membantu saya, terutama Bupati Yahukimo Kaka Didimus Yahuli, Bupati Tolikara Kaka Willem Wandik, dan Bupati Jayapura Kaka Yunus Wonda,Sekda Tolikara,juga Wakil Bupati Tolikara serta adik-adik kader lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” kata Jhon.

Gelar Doktor Teologi ini diraih Jhon Kalaka setelah dikukuhkan oleh Rektor STTII Yogyakarta, Pdt. Sumbut Yermianto, M.Th., di bawah bimbingan Dr. Janni, M.Th dan Dr.Sulastri,M.Th., serta dengan persetujuan Ketua Prodi, Dr. Philip Cia Suciadi, M.Th., M.Dip., Ph.D. di program Studi Doktor Theologi dengan konsentrasi Biblical Theologi (Kepemimpinan Alkitabiah)

Di penghujung keterangannya, Jhon memberikan pesan inspiratif mengenai latar belakang dan pentingnya pendidikan bagi generasi muda.

“Walaupun saya orang kampung, tetapi Tuhan Allah yang saya sembah itu bukan orang kampung; Dia adalah Raja Segala Raja dan Pencipta alam semesta. Jangan ragu-ragu untuk percaya kepada Tuhan, karena Tuhan adalah sumber hikmat dan pendidikan.”

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian tingkat akademik sarjana. Menurutnya, jenjang S1 baru merupakan tahap pengenalan awal, dan proses belajar harus terus berjalan seumur hidup.

“Otot ada masa berlakunya, tetapi otak itu tidak ada batasannya hingga kematian,” tutupnya. (Admin Redaksi (rb**)

Responses (2)

  1. Jangan lupa sampaikan Terimakasih pada BPP, ini gelar Di bidang Theologi yang mensponsori s2 dan S3 itu Presiden GIDI dan Mantan Presiden GIDI jangan lupa mereka.

  2. Jangan lupa sampaikan Terimakasih pada BPP, ini gelar Di bidang Theologi yang mensponsori s2 dan S3 itu Presiden GIDI dan Mantan Presiden GIDI jangan lupa menypaikan Terimakasih mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *